+6285373744393 | +6285373744393

Berita

BERITA RUMAH AMAL

Berita terkini mengenai kegiatan berkaitan dengan rumah amal
1 week ago
Admin

PENGUMUMAN HASIL VERIFIKASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN KELAYAKAN MUSTAHIK PROGRAM BEASISWA BANTUAN SPP SEMESTER GENAP T.A. 2022/2023 RUMAH AMAL MASJID JAMIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA

Assalamualaikum Rakan Amal Berdasarkan hasil verifikasi kelengkapan administrasi dan kelayakan mustahik terhadap mahasiswa pengusul Program Beasiswa Bantuan SPP Semester Genap T.A.2022/2023, Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala menginformasikan bahwa untuk hasil nama-nama yang dinyatakan lulus kelengkapan berkas sudah dapat di lihat pada ling berikut ini: DOWNLOAD PENGUMUMAN Atau juga dapat di akses melalui link yang ada di bio instagram Rumah Amal Masjid Jamik USK. 𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘈𝘮𝘢𝘭 𝘔𝘢𝘴𝘫𝘪𝘥 𝘑𝘢𝘮𝘪𝘬 𝘜𝘚𝘒 𝘔𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘔𝘢𝘳𝘵𝘢𝘣𝘢𝘵 Follow Us On : @rumahamal_usk @rumahamal_usk @rumahamal_usk Visit Us On : rumahamal.unsyiah.ac.id #rumahamalusk #BSPP #memberdayakandanmengangkatmartabat 

Read more

2 weeks ago
Admin

BEASISWA TUGAS AKHIR RUMAH AMAL MASJID JAMIK USK TAHUN 2022

KETENTUAN UMUM 1.    Mahasiswa aktif USK jenjang D3/S1 yang sedang menyusun tugas akhir pada T.A. 2022/2023 (maksimal semester 7 untuk D3 dan semester 11 untuk S1) 2.    Sudah melaksanakan seminar proposal 3.    Berasal dari keluarga kurang mampu 4.    Tidak pacaran dan tidak merokok  5.    Memiliki rekomendasi dari Pembimbing/Dosen Wali/WD III (pilih salah satu) 6.    Diutamakan bukan penerima bantuan berkelanjutan dari pihak/lembaga lain 7.    Berkomitmen menyelesaikan studi pada semester genap  T. A. 2022-2023 8.    Mengisi form monitoring setiap bulan 9.    Wajib Subscribe Youtube dan IG Rumah Amal Masjid Jamik USK SYARAT ADMINISTRASI 1.    Surat Permohonan Bantuan (terlampir) 2.    Rekomendasi dari Pembimbing/Dosen Wali/WD III (terlampir) 3.    Scan Surat Pernyataan (terlampir) 4.    Surat Keterangan Kurang Mampu dari Kepala Desa 5.    SK Penunjukan Dosen Pembimbing Tugas Akhir 6. Rincian Anggaran Biaya Tugas Akhir 7. Transkrip Nilai Terbaru Legalisir 8.    Scan KTM 9.    Scan KTP dan KK 10.    Pasfoto Warna Terbaru Ukuran 3x4 MEKANISME PENGUSULAN 1.    Mengunduh form pada point 1, 2, dan 3 melalui link:  https://bit.ly/berkas-beasiswaTARA2022 2.    Menyiapkan berkas untuk diupload a.    Scan berkas pada point 1-9 dalam satu file PDF (maks 5 MB) b.    Pasfoto warna terbaru ukuran 3X4 dalam format jpg (maks 5 MB) 3.    Mengisi form pendaftaran dan mengupload berkas pendaftaran pada link berikut: https://bit.ly/daftar-beasiswaTARA2022 TIMELINE PROGRAM 1.    Penerimaan Berkas (16-22 November 2022) 2.    Verifikasi Berkas, Kelayakan Mustahik (23-25 November 2022) 3.    Wawancara (28-30 November 2022) 4.    Pengumuman Hasil Wawancara  (2 Desember 2022) 5.    Penyerahan Beasiswa (30 Desember 2022) Rumah Amal Masjid Jamik USK Memberdayakan dan Mengangkat Martabat Visit Us On: rumahamal.unsyiah.ac.id

Read more

2 weeks ago
Admin

BEASISWA BANTUAN SPP RUMAH AMAL MASJID JAMIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DESKRIPSI PROGRAM Program Beasiswa Bantuan SPP merupakan program rutin dari Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala yang dilaksanakan pada tiap awal semester. Beasiswa yang diberikan berupa bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa jenjang D3/SI USK yang tergolong kurang mampu dan terkendala dalam pembayaran biaya pendidikan (SPP).   KETENTUAN UMUM 1.    Mahasiswa USK jenjang D3/S1 yang berasal dari keluarga kurang mampu 2.    Tidak pacaran dan tidak merokok  3.    Tidak sedang menerima beasiswa rutin 4.    Memiliki rekomendasi dari Dosen Wali/Kaprodi/WD III (pilih salah satu) 5.    Diutamakan yang belum pernah menerima bantuan/beasiswa Rumah Amal USK  6.    Wajib Subsribe Youtube dan IG Rumah Amal Masjid Jamik USK SYARAT ADMINISTRASI 1.    Surat Permohonan Bantuan (terlampir) 2.    Rekomendasi dari Dosen Wali/ (terlampir) 3.    Scan Surat Pernyataan (terlampir) 4.    Surat Keterangan Kurang Mampu dari Kepala Desa 5.    Scan KTM 6.    Scan KTP 7.    Pasfoto Warna Terbaru Ukuran 3x4 MEKANISME PENGUSULAN 1.    Mengunduh form pada point 1, 2 dan 3 melalui link:  https://bit.ly/berkas-beasiswasppgenap2022-2023 2.    Menyiapkan berkas untuk diupload a.    Scan berkas pada point 1-6 dalam satu file PDF (maks 1 MB) b.    Pasfoto warna terbaru ukuran 3X4 dalam format jpg (maks 1 MB) 3.    Mengisi form pendaftaran dan mengupload berkas pendaftaran pada link berikut: https://bit.ly/daftar-beasiswasppgenap2022-2023 TIMELINE PROGRAM 1.    Penerimaan Berkas (17-23 November 2022) 2.    Verifikasi Berkas, dan Kelayakan Mustahik (24-27 November 2022) 3.    Wawancara (28-30 November 2022) 4.    Pengumuman Hasil Wawancara  (4 Desember 2022) Informasi Lebih Lanjut:  Official Rumah Amal Universitas Syiah Kuala: 0853 7374 4393 (WA)

Read more

2 months ago
Admin

Esensi Zakat dalam Kehidupan Personal dan Kolektif di Tengah-Tengah Arus Materialistik

Penulis :Muhammad Iqbal Fahimy Manusia merupakan makhluk sosial yang dalam kehidupannya selalu berinteraksi, komunikasi, saling mengidentifikasi, dan saling terikat antarsesama. Sebagai makhluk sosial, tentunya manusia memposisikan diri sebagai makhluk yang saling butuh-membutuhkan, perlu-memerlukan: bersama-sama-sama. Tidak ada manusia di dunia ini yang dapat berdiri dengan sendirinya: menyelesaikan segala permasalahan dalam kehidupan tanpa bantuan orang lain ataupun mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Karenanya, sudah menjadi kewajaran manusia memandang antarsesama, sebagai makhluk yang saling melengkapi, kolaboratif, dan selalu hidup berdampingan sesuai titah manusia sebagai makhluk sosial.   Dewasa ini, peranan dan fungsi sosial dalam aktivitas manusia sebagai makhluk sosial, sepertinya mulai terkikis. Orientasi sosial bergerak pada arah materialistis atau materialisme. Hal ini dapat kita lihat pada aktivitas manusia yang menitikberatkan segala aktivitasnya pada sifat-sifat individualis yang mulai meninggalkan sifat-sifat sosialis (saling tolong-menolong). Misalnya saja, individu-individu yang mengedepankan materi (kekayaan, jabatan, dan finansial) sebagai indikator untuk menilai seseorang. Si kaya semakin disanjung-sanjung dan dihormati, sedangkan si miskin semakin dikucilkan dan di pojokan. Pahit memang, akan tetapi demikian realita yang terjadi. Di mana segi-segi sosial yang saling bantu-membantu dan tolong-menolong semakin pudar. Bagaimanapun, sifat-sifat materialistis dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial adalah kepincangan dan kecacatan yang nyata. Menilai seseorang berdasarkan materi yang dimiliki, bukan pada nilai manusia itu sendiri sebagai makhluk ciptaan Tuhan.    Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, tentunya mengecam keras tindakan dan sifat-sifat yang materialis. Bahkan, Allah swt., dalam surah at-Takasur ayat 1 dan 2 telah  memperingati orang-orang yang bersifat materialis, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, hingga kamu masuk ke dalam kubur”. Bermegah-megahan yang dimaksud dapat kita artikan sifat manusia yang terlalu over dalam menjalani dan menyikapi kehidupan dunia sehingga menghilangkan esensi utama manusia sebagai makhluk sosial. Allah swt., Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Setiap hal yang dilarang, ada maksud tertentu agar manusia itu tidak celaka. Tentunya, Allah swt., memberikan solusi untuk membendung sifat-sifat materialistis dan kembali ke titah manusia sebagai makhluk sosial sejati. Solusi yang paling nyata untuk membendung sifat-sifat materialistis adalah dengan zakat: menunaikan zakat dan menyalurkan zakat kepada orang yang lebih membutuhkan.   Zakat merupakan salah satu rukun daripada rukun-rukun islam yang lima (mengucapkan dua kalimah syahadat, sembahyang, puasa, zakat, dan naik haji bagi yang mampu). Dengan kata lain, zakat merupakan salah satu fondasi utama dalam islam. Dalam praktiknya, zakat merupakan ketentuan Allah swt., dan nabinya yang telah digaris bawahi oleh agama untuk menginfakkan atau menyisihkan sedikit harta kemudian diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan/memerlukan. Secara lahiriah, harta memang milik manusia itu sendiri. Namun, secara hakikat, harta tersebut merupakan milik Allah swt., yang dititipkan kepada manusia untuk difungsikan sebagai bahan atau alat dalam melengkapi kehidupan. Zakat sebagai Benteng Materialisme Hadirnya zakat dalam islam, salah satu perannya adalah untuk membentengi hal sifat-sifat materialistis. Zakat merupakan salah satu metode untuk mensucikan harta dan jiwa. Islam memandang bahwa dalam harta seseorang terdapat hak orang lain. Bahkan, pada diri seseorang pun, ada hak orang lain. Zakat hadir untuk meminimalisir kesenjangan sosial melalui metode pembagian harta kepada orang yang membutuhkan melalui orang-orang yang memiliki kelebihan. Zakat hadir sebagai variabel kontrol dalam kehidupan manusia agar tidak materialistik. Bagaimanapun, sifat-sifat materialistis dalam pandangan islam adalah hal yang dilarang. Islam tidak memandang seseorang melalui harta ataupun pangkat dan jabatan, melainkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt., dalam surah al-Hujurat: 13, “…Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu”.

Read more

2 months ago
Admin

RUMAH AMAL TUNTASKAN PENYALURAN HADIAH MUALAF DI GAMPONG NEUHEUN, ACEH BESAR

  Aceh Besar – Program Hadiah Mualaf yang dilakukan oleh Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala untuk 1 (satu) keluarga di Gampong Neuheun akhirnya telah selesai disalurkan. Penyaluran dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap 1 untuk penyaluran bingkisan peralatan shalat (06/09/2022) dan tahap ke-2 untuk penyaluran bantuan biaya hidup dan modal usaha (13/09/2022). Total dana bantuan yang disalurkan sebesar Rp 10.500.000,- untuk 5 orang penerima manfaat. Dalam penyaluran ini dilakukan oleh Muhammad Yunus, S.Pt (Staf Survey dan Distribusi) dan dihadiri juga oleh Ibu Ketua Blok D Kompleks Perumahan Jackie Chan, Marliah.   Keluarga ini bersyahadat di salah satu dayah di daerah Lamno, Aceh Jaya. Alasan mereka memeluk Islam tidak terlepas dari insiden kecelakaan mobil yang terjadi pada putra mereka. Pihak keluarga yang menganggap anak sudah tidak terselamatkan lagi, tapi ternyata putra mereka masih hidup dan sehat hingga sekarang. Dari kejadian itulah membuat satu keluarga ini bertambah yakin untuk memeluk agama Islam.   Dalam kegiatan penyaluran ini dibuka dengan kata sambutan dari pihak kompleks. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dari tim Rumah Amal telah mau mendatangi daerah mereka yang berjarak cukup jauh dari tempat aktivitas kantor. “Dengan kedatangan tim Rumah Amal ini membuktikan bahwa wujud perhatian yang dilakukan oleh sesama saudara muslim itu nyata. Dan ini patut kita syukuri. Oleh karenanya mari senantiasa kita mendoakan pihak yang telah membantu kita ini atas kesehatan dan keberkahan rezeki mereka. Dan juga bantuan ini semoga bisa dimaksimalkan penggunaannya sebaik mungkin oleh keluarga bapak Abdul Halim sebagai penerima” tutur Marliah.   Abdul Halim (40) saat ini hidup bersama istri yang bernama Nurhidayah (38) dan ketiga anaknya yang bernama Muhammad Hidayat (17), Putri Aisyah (14) serta Ummi Kasum (9). Pasangan suami istri ini mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya dengan bekerja sebagai pemulung. Ketiga anak mereka saat ini sedang tidak menempuh pendidikan karena kekurangan biaya juga turut membantu kedua orang tuanya bekerja.   Dengan belum adanya kemandirian ekonomi pada keluarga ini maka Rumah Amal memberikan bantuan yang tidak hanya bisa digunakan untuk biaya hidup melainkan juga bisa menjadi modal untuk memulai usaha. Dalam penyaluran ini Rumah Amal juga memberikan peralatan kompor gas untuk dapat digunakan sebagai modal usaha berjualan dagangan oleh keluarga ini. Harapan besar juga kepada ketiga anaknya untuk kembali menempuh pendidikan.   “Bantuan yang diberikan kali ini memang bukanlah jumlah yang besar tapi besar harapan kami agar dengan bantuan ini bisa membantu keluarga ini dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu dengan bantuan ini semoga juga bisa membantu lebih mudah dalam beribadah kepada Allah SWT. Dan juga adik-adik bisa lanjut lagi sekolahnya. Terakhir kami memohon do’a kepada bapak, ibu dan adik-adik sekalian untuk senantiasa mendo’akan para muzakki yang telah menyalurkan zakatnya kepada kami sehingga program ini bisa berjalan” kata Yunus untuk menutup kegiatan penyaluran ini. Penulis : Muhammad Yunus

Read more

2 months ago
Admin

Yang Penting Ikhlas atau Yang Penting Pantas

Penulis : Muhammad Hanif Assalamualaikum sahabat seiman semua Pada kali ini saya mengajak sahabat seiman semua untuk merenung kembali apa yang pernah kita lakukan. Pasti kita pernah menolong orang lain dalam bentuk uang, tenaga dan benda. Sebagai seorang muslim kita mengenal sikap ini dengan istilah sedekah. Sedekah ialah ajaran agama islam yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW yang kita teladani dalam segala aspek kehidupan. Meski sedekah tidak diharuskan dalam bentuk mengeluarkan harta, tapi ada baiknya jika kita yang memiliki pendapatan lebih untuk bisa mengeluarkan pula sebagian harta tersebut kepada orang lain yang berhak supaya kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 245: “ Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak, Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah: 245) Ada sebuah kisah menarik tentang perbuatan sedekah. Suatu ketika seorang pengemis menghampiri seorang pengusaha untuk meminta sedekah, pengusaha tersebut membuka dompet dan memberinya uang sebesar Rp 20.000 kepada pengemis. Raut wajah pengemis menjadi penuh semangat dan dia tersenyum berucap “Alhamdulillah, terima kasih ibu.” Ibu tersebut membalas senyum pengemis sembari menganggukan kepala. Kisah berikutnya, menjelang sore seorang tukang becak memakirkan motornya di halaman masjid dengan baju yang rapi. Ia memasukkan uang sebesar Rp 20.000 ke dalam kotak amal masjid ketika ia akan menuju shaf saat sebelum shalat Dzuhur dimulai. Uang tersebut ia kumpulkan selama 7 hari dan sengaja disisihkan karena sangat ingin bersedekah ke masjid walaupun keadaan ekonominya kurang baik. Upah tukang becak yang ia dapat hanya cukup untuk makan seadanya bersama anak dan istrinya. Kisah diatas sama-sama menceritakan tentang bersedekah dan sama-sama dengan nominal Rp 20.000. Ketika seorang pengusaha dan tukang becak sama sama bersedekah dengan ikhlas, lalu apakah sudah layak sedekah mereka? Seorang pengusaha yang lebih kurang mendapatkan gaji sebesar Rp 10.000.000 perbulan bersedekah Rp 20.000 dan tukang becak yang berpenghasilan kurang dari Rp 1.000.000 bersedekah dengan nominal yang sama. Banyak orang yang mengatakan bahwasanya “Sedekah itu yang penting ikhlas”, tapi alangkah lebih baiknya jika ditambah dengan “Sedekah itu harus pantas”. Artinya jika kita termasuk orang yang berpenghasilan menengah ke atas, kita juga harus bersedakah sepantasnya. Contoh kita berpenghasilan Rp 10.000.000, setidaknya sedekah yang kita keluarkan tidak kurang Rp 500.000. Ketika jumlah tersebut telah kita keluarkan, meskipun awalnya belum ikhlas teruskan saja maka lama lama akan ikhlas sendirinya. Sudah terlanjur dikeluarkan dan tidak mungkin uang tersebut akan kembali lagi. Ibarat seekor bebek menghasilkan telur bebek dan seekor burung puyuh menghasilkan telur puyuh. Apakah pantas bebek menghasilkan telur seukuran telur puyuh? Dan apakah mau seekor buruh puyuh menghasilkan telur sebesar telur bebek? Bisa jadi setelah sekali menghasilkan burung itu tidak akan mau menghasilkan lagi. Begitupula dengan sedekah, kita memiliki penghasilan yang lumayan maka bersedekahlah lebih besar dari mereka yang penghasilannya di bawah kita. Itulah yang dinamakan sedekah pantas. Memantaskan diri untuk mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Ketika kita belum ikhlas teruslah bersedekah itu. Jadikan sedekah sebagai rutinitas setiap kita memperoleh rezeki, seiring berjalannya waktu tidak hanya akan hadir rasa ikhlas juga akan memiliki perasaan tidak tenang saat sedekah belum kita laksanakan. Maka dari itu kita semua harus merubah pikiran sedekah, bukan yang penting ikhlas tapi juga harus pantas. Yang menjadi pemikiran keliru di kalangan masyarakat adalah seseorang berprinsip “sedekah yang penting ikhlas”, memiliki penghasilan besar namun tidak diimbangi dengan sedekah yang pantas maka hasilnya ia akan menjadi orang kikir.

Read more