+6285373744393 | +6285373744393

Yang Penting Ikhlas Atau Yang Penting Pantas

Yang Penting Ikhlas atau Yang Penting Pantas

Penulis : Muhammad Hanif

Assalamualaikum sahabat seiman semua

Pada kali ini saya mengajak sahabat seiman semua untuk merenung kembali apa yang pernah kita lakukan. Pasti kita pernah menolong orang lain dalam bentuk uang, tenaga dan benda. Sebagai seorang muslim kita mengenal sikap ini dengan istilah sedekah.

Sedekah ialah ajaran agama islam yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW yang kita teladani dalam segala aspek kehidupan. Meski sedekah tidak diharuskan dalam bentuk mengeluarkan harta, tapi ada baiknya jika kita yang memiliki pendapatan lebih untuk bisa mengeluarkan pula sebagian harta tersebut kepada orang lain yang berhak supaya kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 245: “ Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak, Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah: 245)

Ada sebuah kisah menarik tentang perbuatan sedekah. Suatu ketika seorang pengemis menghampiri seorang pengusaha untuk meminta sedekah, pengusaha tersebut membuka dompet dan memberinya uang sebesar Rp 20.000 kepada pengemis. Raut wajah pengemis menjadi penuh semangat dan dia tersenyum berucap “Alhamdulillah, terima kasih ibu.” Ibu tersebut membalas senyum pengemis sembari menganggukan kepala.

Kisah berikutnya, menjelang sore seorang tukang becak memakirkan motornya di halaman masjid dengan baju yang rapi. Ia memasukkan uang sebesar Rp 20.000 ke dalam kotak amal masjid ketika ia akan menuju shaf saat sebelum shalat Dzuhur dimulai. Uang tersebut ia kumpulkan selama 7 hari dan sengaja disisihkan karena sangat ingin bersedekah ke masjid walaupun keadaan ekonominya kurang baik. Upah tukang becak yang ia dapat hanya cukup untuk makan seadanya bersama anak dan istrinya.

Kisah diatas sama-sama menceritakan tentang bersedekah dan sama-sama dengan nominal Rp 20.000. Ketika seorang pengusaha dan tukang becak sama sama bersedekah dengan ikhlas, lalu apakah sudah layak sedekah mereka? Seorang pengusaha yang lebih kurang mendapatkan gaji sebesar Rp 10.000.000 perbulan bersedekah Rp 20.000 dan tukang becak yang berpenghasilan kurang dari Rp 1.000.000 bersedekah dengan nominal yang sama. Banyak orang yang mengatakan bahwasanya “Sedekah itu yang penting ikhlas”, tapi alangkah lebih baiknya jika ditambah dengan “Sedekah itu harus pantas”. Artinya jika kita termasuk orang yang berpenghasilan menengah ke atas, kita juga harus bersedakah sepantasnya. Contoh kita berpenghasilan Rp 10.000.000, setidaknya sedekah yang kita keluarkan tidak kurang Rp 500.000. Ketika jumlah tersebut telah kita keluarkan, meskipun awalnya belum ikhlas teruskan saja maka lama lama akan ikhlas sendirinya. Sudah terlanjur dikeluarkan dan tidak mungkin uang tersebut akan kembali lagi.

Ibarat seekor bebek menghasilkan telur bebek dan seekor burung puyuh menghasilkan telur puyuh. Apakah pantas bebek menghasilkan telur seukuran telur puyuh? Dan apakah mau seekor buruh puyuh menghasilkan telur sebesar telur bebek? Bisa jadi setelah sekali menghasilkan burung itu tidak akan mau menghasilkan lagi. Begitupula dengan sedekah, kita memiliki penghasilan yang lumayan maka bersedekahlah lebih besar dari mereka yang penghasilannya di bawah kita. Itulah yang dinamakan sedekah pantas.

Memantaskan diri untuk mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Ketika kita belum ikhlas teruslah bersedekah itu. Jadikan sedekah sebagai rutinitas setiap kita memperoleh rezeki, seiring berjalannya waktu tidak hanya akan hadir rasa ikhlas juga akan memiliki perasaan tidak tenang saat sedekah belum kita laksanakan. Maka dari itu kita semua harus merubah pikiran sedekah, bukan yang penting ikhlas tapi juga harus pantas. Yang menjadi pemikiran keliru di kalangan masyarakat adalah seseorang berprinsip “sedekah yang penting ikhlas”, memiliki penghasilan besar namun tidak diimbangi dengan sedekah yang pantas maka hasilnya ia akan menjadi orang kikir.

0 Comments

Leave a comment